My Letter_Pay It Forward
I just share a part of my life to others.
Thanks, BeritaSatu.com.. :)
Check this website
http://www.beritasatu.com/pages/microsite/tanoto/berita.php?id=10
--------------------------------------------------------------------------------------
Marlita Putri Ekasari: Memaknai Hidup dengan "Pay It Forward"
"Segala hal yang terjadi dalam diri saya adalah rantai kebaikan yang tidak akan pernah outus. Mungkin saja saya merupakan bagian tengah ataupun ujung dari rantai kebaikan orang lain."
Begitulah pemahaman Marlita atas pencariannya tentang ati kehidupan ini. pencariannya bermula saat dirinya berusaha memahami makna dari ungkapan "Pay It Forward" yang diperoleh saat ia mengikuti kegiatan Tanoto Scholars Gathering di Bogor, beberapa tahun lalu.
Ungkapan ini mengingatkan Marlita pada film yang diangkat dari sebuah novel berjudul sama, "Pay It Forward karya Catherine Ryan Hide. Tapi diakuinya, pemahamannya saat itu terinspirasi dari isi cerita film, yaitu menularkan tiga kebaikan kepada tiga orang untuk diteruskan kepada tiga orang lainnya.
Seiring berjalannya waktu, gadis bernama lengkap, Marlita Putri Ekasari ini pun mulai memhami makna "Pay It Forward".
Kisahnya ini, mungkin bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.
Di tengah kesulitan yang menimpa keluarga, perempuan kelahiran 6 Maret 1987 ini pantang mundur dan berputus asa agar tetap bisa bersekolah. Saat sudah membayangkan ingin melanjutkan kuliah selepas SMA, Marlita justru dihadapkan pada kenyataan pahit: Ayahnya mendadak dipensiundinikan.
Untungnya, uang pensiun ayahnya masih bisa dipakai untuk membayar uang masuk kuliah Marlita di Fakultas Farmasi UGM, dan sisanya untuk usaha, serta biaya sekolah keempat adiknya.
Selanjutnya, pecinta buku ini bertekad untuk mencari uang tambahan supaya tidak merepotkan orang tua. Selain berjualan, ia juga menjadi guru les privat, tapi penghasilannya belum cukup untuk membayar kuliah semester berikutnya. Sampai akhirnya, musiba gempa itu terjadi di Bantul.
Meski rumah dan toko milik orang tuanya hancur, Marlita dan keluarga masih bersyukur karena seluruh anggota keluarganya selamat. berkah lainnya adalah UGM memberi keringanan biaya pada korban gempa. Alhasil, untuk semester dua, Marlita cuma membayar uang kuliah sebesar Rp 50.000.
Satu masalah bisa dihadapi, tetapi Marlita harus berpikir lagi untuk kelangsungan kuliahnya. Perempuan yang mempunyai minat di bidang kesehatan dan pendidikan ini pun mengajukan aplikasi ke semua jenis beasiswa yang ada di kampus.
Salah satunya, beasiswa Tanoto Foundation. Tes demi tes dilaluinya dan jujur saja, Marlita tidak begitu yakin karena persaingannya sangat ketat. Tapi, kalau memang rezeki tidak akan kemana. Persaingan seketat apa pun, kalau Tuhan sudah berkehendak, marlita pun menjadi salah seorang penerima beasiswa TF.
Senang bukan main tentunya. Apalagi begitu ia tahau kalau beasiswa TF ini akan membiayai seluruh uang kuliahnya sampai lulus ditambah uang saku setiap bulannya. Dengan beasiswa TF, lulusan SMAN 3 Yogyakarta ini tak pusing lagi memikirkan biaya kuliah sehingga bisa lebih konsentrasi dengan pendidikannya.
Lantas, bagaimana dengan pencarian makna "Pay It Forward"-nya? Lulus dari bangku kuliah, marlita memilih menjadi relawan tenaga kesehatan dan bekerja di Ramadhan Medical Center. Ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menambah pengalaman mengajar di pedalaman Bima, NTB, selama setahun lewat Program Indonesia Mengajar.
Di sinilah apoteker asal Bantul ini bisa menularkan kebaikan kepada anak-anak di pedalaman yang sulit mendapatkan akses pendidikan berkualiotas dan informasi. Marlita bersyukur dalam kondisi yang serba terbatas, ia masih bisa menularkan kebaikan bukan hanya kepada tiga orang, tetapi lebih dari itu.
Selain itu, Marlita tak hanya menularkan kebaikan di bidang pendidikan sebagai ahli farmasi saja, tetapi juga di bidang kesehatan. Untuk itu ia pun menjadi sukarelawan di klinik di beberapa desa di Padang Pariaman saat terjadi gempa di Sumatera Barat.
Sekarang sudah enam tahun berlalu sejak kali pertama Marlita menerima beasiswa TF. Inspirasi dan motivasi diperolehnya dari berbagai pihak, terutama keluarga besar TF dan Tanoto Scholars lainnya.
Kebersamaan dan menjadi bagian dari Tanoto Scholars telah membukakan cakrawala dan orientasi hidup Marlita. Ia tahu benar cara untuk membalas kebaikan Tanoto Foundation yang diterimanya selama kuliah dengan menularkan kebaikan tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan.

Comments
Post a Comment